Archive for February, 2006

novel the chronicles of narnia - the lion, the witch, and the wardrobe

Tuesday, February 28th, 2006

review novel
the chronicles of narnia - the lion, the witch, and the wardrobe
by c. s. lewis

mengingat adanya label bahwa
"the chronicles of narnia tuh memang satu2nya
novel anak - anak karangan c.s.lewis"
keliatan kok di bukunya.

keliatan kalo ini novel buat anak-anak
keliatan kalo c.s.lewis memang bukan spesialis novel anak

pertama dari daya imajenasi c.s.
this story is more than just a before bedtime story
this is an epic
of a land called narnia
of a creator named aslan
this is a bible!
buat pembaca cinemags (cover narnia)
pasti ngerti maksud gw

makanya, gw ngerasa sayang
tema dan latar sebesar ini
terperangkap dalam kerangka novel anak-anak

dan emang ini novel anak - anak
keliatan dari gaya penceriteraannya
by the third person sang AKU
tapi gak dijelasin siapa DIA
dan alur majunya yang rada cepet
gak njelimet,
tapi terkesan buru - buru

tapi gw sedikit terhibur
sama filmnya
setidaknya lebih banyak pengembangan
di alur cerita
dan honestly, tentang perbedaan
yang cukup signifikan antara novel dan filmnya:
yup, i prefer the movie to the novel
nb:the novel=this novel which i reviewed
   not the whole chronicles

nayla by djenar mahesa ayu

Tuesday, February 28th, 2006

setelah membaca novel ini
satu kesimpulan yang bisa langsung gw ambil
emang "untuk pembaca dewasa"

gak keitung banyaknya kata ‘v’
yang dipake djenar di novelnya ini
kisahnya sendiri
tentang biografi seorang nayla
dari beberapa sudut pandang
(gak cuma nayla aja)
yang masa kecilnya
mungkin gak bisa dibilang normal
(til now, gw ga ngerti apa arti frase
"selakangan ditusuk peniti kalo si nayla ngompol lagi…"
ini harfiah, atau ada makna lain yang terpendam?)
dan perjalanan hidupnya
sejak kabur dari rumah ibunya
mencari ayahnya
dimasukkan panti rehab oleh ibu tirinya
kabur dari panti rehab
besar di jalanan
dipungut sama lesbian
kerja di diskotik
sex bebas
sampe akhirnya dia jadi penulis yang rada vulgar

bagian yang terakhir ini
bikin gw jadi bertanya - tanya
nayla si penulis = djenar sang pengarang novel
benarkah?
the last partnya doang?
ato the whole life nya nayla?
what a guts…

oyah buat pembaca, mungkin awalnya bingung
gw juga gitu.
soalnya alur cerita yang diatas
gakk ditumpahin lewat alur maju
tapi diaduk, diacak.
loncat - loncat, banget.
without warning
jadi judul tiap chapter tuh bener2 ngaruh
sama apa yang kita lagi baca

penilaian overall
despite kevulgaran novel ini
ada moral of the story yang pengen disampaikan djenar
intinya, wanita tuh harus punya karakter
wanita tuh bukan manusia nomer 2
wanita tuh berhak sejajar ama pria
ya gitu deh… kasarnya
mulia banget. tapi ngeliat gaya bahasanya:
what a weird way to be a feminist…

jangan sembarangan bicara, karma itu ada

Tuesday, February 28th, 2006

lagi di airport juanda
this goddamn flight sucks
udah bete aja waktu dikasi tau
plane ke bandung datengnya jam 7
padahal gw dateng dari denpasarnya
jam setengah 4
menurut matematika dan ilmu turunannya
itu berarti nunggu tiga setengah jam
oke..oke.. gw tunggu
gw makan dulu di resto di sono
sambil memaki - maki kesenjangan
price barang2 jualan dalam airport
yang emang bener-bener gak realistis
ama harga di dunia nyata sana
yang bikin people think that
airport is just for rich people.
abis makan masuk boarding room
gw menunggu

dan menunggu

dan menunggu

jam setengah 7 ada pengumuman
"kepada para penumpang merpati airlines…"
mudah2an ini pesawat gw

"dengan nomor penerbangan MZ sekian-sekian-sekian "
keknya bukan ini deh nomernya

"dengan tujuan makasar"
oh, bukan

"dijadwalkan akan berangkat pada pukul 20.10"
mampus lo pade!

"mohon maaf atas keterlambatan ini"
keriting deh lo nungguin ampe kering

jam setengah 7 lebih ada pengumuman

"kepada para penumpang merpati airlines…"
kayaknya ini pesawat gw

"dengan nomor penerbangan MZ611 "
yup, this is my flight

"dengan tujuan bandung…"
bye, surabaya.

"dijadwalkan akan berangkat pada pukul 20.30"
ANJRIT!

"mohon maaf atas keterlambatan ini. Terima kasih…"

and then i wrote this:

Tuesday, February 28th, 2006

last three days was an amazing days for me
not because i’was in bali
and not also because i slept in third star rated hotel for three days
complete with breakfast, lunch, and dinner everyday
(and they all came with appetizer and desert!!!
happy?
hey,gw mahasiswa… :)

but because i learned something

i learned about state,
i learned about belief,
i learned about life,
i learned about dream,

and i learned that i am somebody
and i am a winner

karena jam udah menunjukkan pukul 4 wita
dan mata gw udah ga bisa diajak kompromi
udahan dulu ah

(27feb2006)

gw online lagee

Tuesday, February 28th, 2006

gw sakaw

hari ini akhirnya gw bisa online lagi
setelah 3 hari di"karantina" tanpa koneksi sama sekali
gw sakaw
pengen ngisi blog,
pengen ngasi testi,
pengen baca blog orang,
pengen comment di blog orang,
pengen nyampah di rileks comlabs,
pengen gak penting,

pengen kembali ke dunia gw yang satunya

akhirnya hari ini gw balik ke rumah.
setelah ngelepas semua topeng laknat itu
akhirnya a couple minute ago
I’M ONLINE GUYS!

but,

arrgrghhh…
lemot banget sihhh!!!

dan gw pun harus memilih
ya udah lah, ngisi blog ndiri aja dulu
ntar semua sampah di otak keburu di "flush"
ama rutinitas
so its decide.

and then i wrote this:

(27feb2006)

kamarku

Thursday, February 23rd, 2006

aku kembali ke kamarku

setelah setahun lamanya kutinggalkan merantau

malam ini

entah kenapa aku tak bisa terlelap

bukan karena tiga jam tidurku di kereta

bukan karena letih yang seharusnya mendera

tapi karena rinduku akan tempat ini.

tempatku mengasingkan diri dari dunia

tempatku bermain - main dengan romantisme masa muda

tempatku menghujat kekolotan orang tua

tempatku menangisi kejinya cinta

lalu mataku mulai bergerak

menelusuri tiap sudut kamarku

mencoba menggali - gali memori yang terkubur lama

mengundang sesimpul senyum di bibirku

lalu seluruh tubuhku pun turut serta

mulai mengaduk seisi kamar

memperkosa masa kecilku

mengagumi kepintaranku

menertawakan keluguanku

menyesali kebodohanku

ah, masa lalu

membuatku bertanya pada udara

kenapa harus ada waktu

dimensi yang tak tersentuh penggaris manapun

misteri yang tak terkuat disiplin ilmu manapun

dan disinilah aku

di sebuah mesin waktu

yang cuma bisa ke masa lalu

di kamarku

aku pulang

Thursday, February 23rd, 2006

aku udah di bali.

baru aja nyampe naik plane dari cengkareng

aku udah di rumah…

rasanya kelu lidah ini menyebut kata itu setelah sekian lama gak pulang

tapi disinilah aku kini, di tempat aku dibesarkan

di rumah

dari sekolah dasar, smp, dan yang terindah, sma

tempat aku meniti tahapan hidup yang umum disebut

remaja.

dengan luapan ego dan ketidakdewasaan

yang justru membuat masa - masa itu,

manis untuk dikenang kini

semoga hari - hariku esok,

sampai saatnya aku kembali lagi,

bisa memuaskan

rinduku akan atap

hasratku akan hangat

nafsuku akan nyaman

bukan hanya tempat untuk tidur

tapi juga tempatku bermimpi

aku di rumah

pohon sahabat

Monday, February 20th, 2006

aneh rasanya punya teman
karna aku tak biasa
menanam pohon sedalam itu
aku tak menyangka
kukira akarnya serabut
tapi ketika dia mulai rontok
kulihat masih ada buah disana
rupanya ia masih hidup
hanya saja kini ia telanjang
dalam dosa jarak
aku memaafkannya
karena aku sendiri
kurasa tak mampu terima
seseorang bernama sahabat datang

kata agus gurniwa

Monday, February 20th, 2006

hari ini aku merasa yakin
yakin kalau aku bimbang
semakin diaduk, dan diacak
aku tidak menjadi diriku sendiri
karena nyaman itu makin lama makin tak terasa
harusnya dia merasakan hal yang sama
bahwa tidak ada kata kita
ketika aku dan dia bersama
semakin bingung
ketika aku mulai memakai logika
hal yang tabu dalam bercinta
dan ketika agus berkata kata
ada harapan yang bisa kupandang
sirna…

20 feb 2006: nothing happen

Monday, February 20th, 2006

bolos kuliah mewarnai pagiku.
dengan ini resmi 5 kali aku bolos kuliah pbo
dari 5 kali kuliah yang diadakan sampai saat ini…

sapa suruh bikin kuliah pagi - pagi bener
pan jurusan informatika.
nyadar dong kalo kehidupan mahasiswanya
.. kelelawar

udah ah, gak usah di bahas.
yang penting udah titip absen
[thanks ya ul!]