untuk rain, sang hujan, siapapun dirimu

belajar dari hujan *

mungkin sekarang memang sudah waktunya berganti musim
hari mulai hujan terus
didahului dengan langit hitam kelam
ada sedikit rasa takut
sendirian
kesepian

kemudian turunlah hujan…
manusia dengan sejuta kegagahannya
jadi tidak berarti apa-apa di saat hujan
hanya bisa diam,
mungkin merenung,
banyak memori yang tiba-tiba keluar berlompatan di saat hujan
sejuta kenangan yang tanpa permisi memenuhi seluruh isi kepala
perasaan-perasaan yang didapat hanya pada saat hujan turun

hujan deras,
ada yang memilih mencermati
mengagumi, membiarkan diri
beristirahat sejenak dari hiruk pikuk dunia
ada juga yang marah-marah karena aktivitas terhenti
terputus dari sesuatu yang disebut peradaban
sebagian merasa takut
merasa hujan seperti badai yang menghempas seluruh hidupnya
kadang seseorang merasakan ketiganya

tapi sore ini,
entah mengapa hujan jadi punya makna
selalu ada pelangi stelah hujan
awan selalu kembali cerah
anak kecil, tukang jualan, sampai para pekerja kembali memenuhi jalan
hujan ternyata bukan untuk selamanya
kadang memang panjang
kadang teramat panjang
tapi semua kembali normal
masih ada kehidupan setelah hujan

masalah itu ibarat hujan
betapapun berat
betapapun sakit
menyesakkan
membuat mual
dan ingin muntah
suatu hari…
pasti akan berakhir

bersabar
menunggu, mungkin merenung sambil menanti hujan usai
tidak perlu menerobos derasnya
membiarkan diri bertambah sakit
atau menjadi basah kuyup
sedikit lagi…
matahari akan kembali bersinar
sedikit lagi…
keceriaan akan kembali mengisi hari
sedikit lagi…

——————————————————
* diambil dari novel soulmate.com by jessica huwae

One Response to “untuk rain, sang hujan, siapapun dirimu”

  1. marisa Says:


    jadi inget suatu inpirasi yang duluu!! banget pnah gw dapet..
    satu hal lagi yang ditemui dalam suasana hujan..

    kala hujan adalah kala kau dapat jujur dengan hatimu..
    ….can u figure it out?
    i don’t..

Leave a Reply